Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara Reviewed by minyak zamzam on 17.19 Rating: 2

Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

Surat Edaran Larangan Lebaran Tolikara -minyakzamam.com- Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Oditha Hutabarat mendesak pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI) untuk memberikan penjelasan isi surat edaran larangan Lebaran Tolikara, Papua, yang mengakibatkan insiden pembubaran dan pembakaran masjid saat umat muslim melakukan Salat Ied. Menurut Oditha surat itu diskriminatif dan membatasi kegiatan keagamaan agama lain. Pihak GIGI harus bertanggung jawab terhadap Surat Edaran Larangan Lebaran Tolikara 
surat larangan lebaran di tolikara
surat larangan lebaran di tolikara

Kemenag Minta GIDI Jelaskan tentang Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

"Kami telah meminta ketua Sinode GIDI untuk memberi klarifikasi dan penjelasan akurat terkait surat edaran Badan Pekerja GIDI wilayah Tolikara yang isisnya Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara. Ditjen Bimas Kristen dan umat Kristen manapun juga tidak akan setuju dengan isi surat edaran itu," kata Oditha di Kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jakarta Pusat, seperti dikutip merdeka.com, Sabtu (18/7/2015).

Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara

Oditha menjelaskan dalam Surat Edaran Larangan Lebaran Tolikara itu, GIDI Tolikara menuliskan bahwa 13-19 Juli 2015 ada kegiatan seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional. Terkait kegiatan itu, GIDI melarang acara Lebaran dilaksanakan di wilayah Tolikara pada Jumat, 17 Juli. Kegiatan Idul Fitri hanya boleh dirayakan di luar Tolikara. 

Larangan Merayakam Iedul Fitri

Kemenag Minta GIDI Jelaskan tentang Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara[/caption] Selain itu, ada juga larangan supaya perempuan muslim memakai jilbab di wilayah Tolikara. GIDI Wilayah Toli juga melarang agama lain dan gereja denominasi lain mendirikan tempat-tempat ibadah di wilayah Kabupaten Tolikara. "Mereka menyatakan sudah menutup Gereja adven di Distrik Paido. Surat itu ditandatangani oleh 
Ketua GIDI wilayah Tolikara Pendeta Nayus Wenea dan sekretarisnya, Marthen Jingga. Kami masih menunggu penjelasan dari GIDI," terang Oditha. 
Oditha juga meminta maaf pada seluruh muslim tanah air terkait kasus  larangan merayakan iedul fitri yang breujung kekerasan yang terjadi di Tolikara, Jumat kemarin. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama setempat untuk meredam kemarahan warga atas peristiwa itu. 

"Kami atas nama pemerintah mohon maaf pada umat muslim di Indonesia atas peristiwa itu. Seharusnya ini tidak terjadi. Apalagi saat ini hari kemenangan, Idul Fitri yang sudah ditunggu umat Islam selama satu bulan," ujarnya. Pihaknya tetap akan meneruskan kasus Surat Edaran Larangan Lebaran di Tolikara ke pihak kepolisian.